Beberapa Pemain Baru Yang Tampil Mengecewakan Klub Baru Mereka

pinjaman

Transfer pemain merupakan solusi bagi sebuah klub untuk meningkatkan pendapatan dan menemukan pemain yang sesuai dengan kebutuhan klub. Kebanyakan klub kelas menengah menjual pemain guna meningkatkan pendapatan klub; sedangkan klub – klub kaya rela merogoh kocek dalam – dalam untuk membeli pemain yang diinginkan atau dibutuhkan klub dengan harga mahal. Meskipun begitu; tidak semua pemain yang baru saja dibeli mampu menampilkan permainan terbaik seperti ketika masih membela klub yang telah ditinggalkan. Pelatih maupun suporter dapat mengalami kekecewaan karena seorang pemain belum mampu beradaptasi dengan karakter permainan yang telah menjadi ciri sebuah klub ataupun menjalankan tugas sesuai tuntutan strategi seorang manajer.

Salah satu pemain yang dibeli dengan harga cukup mahal namun belum mampu menunjukkan permainan terbaik sehingga kurang mendapat kesempatan bermain adalah Filipe Luis. Bek kiri seharga 15,8 juta Pounds yang didatangkan Chelsea dari Atletico Madrid ini belum mampu mengesankan Jose Maurinho ataupun suporter Chelsea. Sebagai seorang pemain yang dihargai tinggi; Filipe Luis gagal bermain baik selama laga ujicoba sehingga baru bermain pada satu pertandingan sebagai pemain pengganti selama 7 menit saja ketika dimainkan menggantikan Eden Hazard pada pertandingan melawan Everton yang dimenangkan Chelsea 6 – 3. Penampilan bagus Cesar Aspilicueta menjadi alasan lain mengapa Luis Felipe terpaksa harus menepi dari tim utama. Namun peluang dimainkan tetap terbuka lebar karena Chelsea masih harus berlaga pada 4 kompetisi.

Amauri Carvalho juga mengalami nasib yang sama di Torino.Sebagai pemain yang pernah bermain di klub – klub besar seperti Juventus, Fiorentina dan Parma; ia masih belum mampu menampilkan permainan terbaik dan menjadi pilihan utama Giampiero Ventura. Suporter Torino juga mengingatkan Venture untuk tidak menjadikan Amauri sebagai pemain utama hanya karena nama besar yang disandangnya. Kepergian Alessio Cerci ke Atletico Madrid menjadi alasan mendatangkan Amauri dari Parma; saat ini Torino masih memiliki 4 penyerang lain sehingga kompetisi menjadi striker pilihan utama sangat terbuka.

Sedangkan Nicklas Bendtner juga masih berjuang menunjukkan kelasnya sebagai seorang penyerang yang pernah bermain di klub – klub besar Eropa. Pemain yang dibesarkan di Arsenal dan pernah pula bermain untuk Juventus ini memulai musim kompetisi 2014 – 2015 sebagai pemain Wolfsburg. Harapan besar disandarkan pada diri pemain Denmark yang sering bertingkah unik ini; namun penyerang senior Ivica Olic masih menjadi pilihan pertama di Wolfsburg dan kedatangan Aaron Hunt dari Werder Bremen meningkatkan kompetisi pilihan pemain berkarakter menyerang di Wolfsburg. Bendtner pernah menyatakan dirinya sebagai penyerang terbaik di dunia ini masih belum mampu memperlihatkan kehebatannya mencetak gol. Pada pertandingan internasional antara Denmark melawan Turki; Bendtner gagal mencetak gol ketika berada pada posisi yang sangat menguntungkan sehingga Denmark harus kalah 1 – 2 dari Turki.

Sedangkan penampilan pemain baru yang benar – benar mengecewakan klub barunya dilakukan oleh Brandao; pemain berusia 34 tahun ini didatangkan Bastia dari Saint-Etienne pada jendela transfer musim panas ini. Setelah dua musim yang cukup sukses bersama Saint-Etienne; ia diharapkan menjadi tenaga baru bagi Bastia di Ligue One Perancis. Namun bukan keahliannya mencetak gol yang ia tampilkan pada pertandingan melawan Paris Saint-Germain dimana Bastia harus kalah 0 – 2. Brandao secara sengaja menunggu Thiago Motta di terowongan menuju ruang ganti pemain dan menanduk pemain tengah PSG tersebut hingga mengalami patah hidung. Ia harus menghadapi hukuman denda dan larangan bermain akibat tindakan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *